Subscribe:

Ads 468x60px

IndiHome Fiber Optik

Friday, December 11, 2015

Telkom Sulap Kampung Mandala Wisata Borobudur menjadi Lebih Digital

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui Divisi Business Services (DBS) menyulap Kampung Mandala Wisata Borobudur, Magelang, menjadi kampung digital agar pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi lebih mandiri di era globalisasi.

Direktur Enterprise dan Business Services Telkom Muhammad Awaludin mengatakan, Kampung Mandala Wisata Borobudur merupakan Kampung UKM Digital ke-20 di Indonesia.

"Total UKM di Kampung Mandala Wisata Borobudur ini ada sekitar 50 pelaku usaha. Kami akan membuat mereka 'Goes Digital' dengan mengajak bergabung di portal smartbisnis.co.id dan buka toko online melalui blanja.com serta aplikasi jarvis," katanya usai meresmikan Kampung UKM Digital itu, Jumat (31/10).

Menurutnya, ekosistem pariwisata di Kampung Borobudur Mandala Wisata ini cukup lengkap, karena sudah memiliki wisata homestay, wisata kerajinan, wisata kuliner , wisata alam, wisata agro, dan wisata cagar budaya dan wisata kesenian tradisional.

Diungkapkannya, di Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta ada enam Kampung UKM Digital. Dua di antaranya telah diresmikan, meliputi Kampung Bandeng Darmono Semarang dan Tenun Troso Jepara.Kemudian tiga sedang dalam proses, yakni Griya UMKM Yogyakarta, Kampung Batik Laweyan, Solo, dan Kampung Keramik Klampok Banyumas serta Mandala Wisata Borobudur.

Ditegaskannya, Telkom akan terus menggeber kehadiran Kampung UKM Digital sebagai bentuk bakti kepada negeri. "Sekarang saya lihat segmen UKM banyak dijual sebagai future market oleh operator telekomunikasi. Kalau bagi Telkom, ini tak sekedar future market, tetapi bakti kami kepada negeri sebagai perusahaan Merah-Putih," tegasnya.

Executive General Manager TELKOM DBS, Yusron Hariyadi menambahkan, pada tahun ini ditargetkan ada 60 Kampung UKM Digital. "Kita kerja dengan Solid, Speed, Smart, dan Ikhlas agar target 60 Kampung UKM Digital tercapai," katanya.

Dalam konsep ini, akademisi berperan sebagai konseptor,Telkom selaku pelaku business, media menjalankan peran sebagai expander atau menyebarluaskan ke seluruh masyarakat, komunitas sebagai akselerator, dan pemerintah sebagai regulator.

Hal itu terlihat dalam acara penandatanganan MoU antara GM Witel Magelang dengan Pemkab Magelang, serta penyerahan bantuan 2 set PC kepada Ketua Koparda Wonorejo untuk Broadband Learning Center dalam rangka pengembangan Kampung UKM Digital Mandala Wisata Borobudur.

Kampung UKM Digital dilansir Telkom sejak Juni 2015 untuk melengkapi berbagai program pengembangan UKM yang sebelumnya sedang berjalan, seperti edukasi pemanfaatan TIK bagi UKM di 500 sentra UKM di berbagai kota, 20 Kampung Nelayan Digital, Roadshow BAGUS Indonesia di 30 kota.Target akhirnya, ada Sejuta UKM yang berhasil mengadopsi teknologi digital dari Telkom di tahun ini.

Sejauh ini, Kampung UKM Digital sudah diresmikan pengoperasiannya, seperti di Keranggan, Tangerang, Kampung UKM Skoci – Bandung, Kampung UKM Sarung Tenun – Samarinda, Kampung UKM Batik Trusmi – Cirebon, Kampung UKM Pariaman – Padang, Kampung UKM Rawa Belong – Jakbar, Kampung UKM Sanur – Bali, Kampung UKM Tenun Donggala – Palu, Kampung UKM Bandeng Darmono – Semarang, Kampung UKM Bajijong - Sidoarjo, Kampung Tenun Troso - Kudus, Kampung UKM Jepara.

Hingga saat ini, secara paralel Telkom juga tengah dan sudah mempersiapkan beberapa lokasi Kampung UKM, baik dalam bentuk penarikan infrastruktur jaringan akses, pelatihan ataupun branding untuk di lokasi-lokasi : Kampung Batik Laweyan - Solo, Griya UKM Yogyakarta, Kampung CIKAL USU – Medan, Kampung UKM Sukabumi, Kampung UKM Sekarbela – Mataram, Kampung UKM Jambi, Kampung UKM Rajapolah – Tasikmalaya serta Sentra Busana Muslim Khazanah – Batam.
(Sumber: indotelko.com)