Subscribe:

Ads 468x60px

IndiHome Fiber Optik

Friday, December 11, 2015

Telkom Tarik Kabel Laut SEA-ME-WE 5 di Dumai

Jakarta - Kabel serat optik bawah laut (submarine cable systems) yang menghubungkan koneksi internet di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Eropa Barat akhirnya tiba di Stasiun Pendaratan Kabel di Pantai Puak Dumai.

Infrastruktur ini merupakan bagian dari kabel bawah laut Southeast Asia – Middle East – Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5) dimana Telkom melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), menjadi pemimpin konsorsium pembangunan kabel laut South East Asia – United States (SEA-US).

Sistem kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 membentang dari Asia Tenggara, Timur Tengah hingga Eropa dengan panjang kabel sekitar 20.000 km yang menghubungkan 15 negara yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Myanmar, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan, UAE, Oman, Qatar, Djibouti, Saudi Arabia, Mesir, Turki, Italia, dan Prancis.

Sistem kabel bawah laut ini memiliki kapasitas sebesar 24 tera bit perdetik menggunakan teknologi 100G. Kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 direncanakan akan siap beroperasi pada bulan November 2016.

Keikutsertaan dalam konsorsium SEA-ME-WE 5 akan memperkuat posisi Telkom Group sebagai operator global yang saat ini telah ikut serta dalam konsorsium lain, yaitu Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMCS), Asia America Gateway (AAG), Singapore Japan Cable System (SJC), Southeast Asia-United States (SEA-US), Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS), dan Indonesia Global Gateway (IGG) yang akan segera dibangun. Sehingga Telkom Group akan memiliki infrastrutur kabel laut yang menghubungkan benua Eropa, Asia, dan USA.

“Dibangunnya sistem kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 ini, akan memperkuat posisi strategis Indonesia dalam penyediaan infrastruktur global menuju Indonesia sebagai The New Global Hub,” ujar Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad dalam keterangannya, Selasa (24/11/2015).

Megaproyek kabel laut SEA-ME-WE 5 senilai USD 250 juta dibangun oleh konsorsium yang beranggotakan 19 operator telekomunikasi kelas dunia yaitu BSCCL (Bangladesh), CMI, CTG, China Unicom (Republik Rakyat China), Djibouti Telecom (Djibouti), du (UAE), Ooredoo (Qatar), Orange (France), MPT (Myanmar), Telin, Telkom, STC (Saudi Arabia), Singtel (Singtel), SLT (Sri Lanka), Telecom Italia Sparkle (Italia), TM (Malaysia), TTI (Turki), TWA (Pakistan), dan Telecom Egypt.(Sumber: detik.com)